![]() |
| DAIWA CN-901HP3 |
Setelah antena dipasang dan dilakukan penyetelan, langkah berikutnya adalah memahami hasil pengukuran menggunakan SWR meter. Banyak pengguna radio komunikasi sebenarnya sudah mengukur, tetapi belum memahami arti angka yang muncul.
Padahal dari angka SWR kita bisa mengetahui apakah antena sudah matching atau masih perlu penyesuaian.
Apa Fungsi SWR Meter?
SWR meter digunakan untuk mengukur perbandingan antara daya yang dikirim radio ke antena dan daya yang dipantulkan kembali.
Semakin kecil pantulan, semakin baik performa sistem antena.
Istilah umum:
- FWD (Forward) → daya yang menuju antena
- REF (Reflected) → daya yang kembali ke radio
- SWR → hasil perbandingan
Cara Membaca Jarum SWR
SWR 1.0–1.5 → Sangat Bagus
- Pancaran optimal
- Radio bekerja ringan
- Cocok dipakai harian
SWR 1.5–2.0 → Masih Aman
- Masih bisa dipakai
- Efisiensi mulai turun sedikit
SWR 2.0–3.0 → Mulai Maldol
- Ada daya balik cukup besar
- Perlu setting ulang antena
SWR > 3.0 → Tidak Disarankan
- Risiko final cepat panas
- Pancaran menurun
- Bisa menyebabkan kerusakan bila dipakai lama
Penyebab SWR Tinggi
Beberapa penyebab paling sering:
- Konektor kurang rapat
- Kabel coaxial rusak
- Panjang antena tidak sesuai
- Ground kurang baik
- Posisi antena terlalu dekat benda logam
Cara Menurunkan SWR
- Cek konektor dan solderan
- Pastikan kabel tidak short
- Geser panjang elemen antena sedikit demi sedikit
- Ulang pengukuran pada frekuensi kerja
Penutup
SWR meter bukan alat untuk mencari angka sekecil mungkin saja, tetapi untuk memastikan radio dan antena bekerja seimbang. Untuk penggunaan normal, target di bawah 1.5–2.0 sudah sangat baik.
Internal link:

1 komentar untuk "Cara Membaca SWR Meter untuk Pemula"
Silakan tulis pertanyaan, komentar, saran, atau pengalaman kirim baclink saya hapus
Posting Komentar